test klinis pada pasien sebelum mendapatkan protese atau ortose, bagian 1: sbjective assessment

pada artikel ini aku ingin membahas tentang cara melakukan assesment pada pasien, khususnya tentang bagaimana cara melakukan clearance test. apa sih clearance test itu? clearance test adalah test yang dilakukan pada pasien secara kesluruhan, untuk mengetahui kondisi umum (general condition) pasien. kenapa ini sangat perlu? ini akan mempermudah kita sebagai tenaga medis (orthotist, prosthetis, fisioterapis, dll) untuk mengetahui letak masalah yang ada pada pasien. bagaimana cara melakukannya?

saat pasien datang ke klinik kita, kita lihat cara pasien datang, ada beberapa pasien yang datang dengan pincang, ada yang datang dengan dibopong sanak keluarganya, atau ada yang datang dengan gaya jalan yang tidak normal. dengan melihat bagaimana cara pasien datang, kita mendapatkan sedikit gambaran tentang pasien, yang untuk selanjutnya kita mencari tau lebih banyak melalui percapakapan (objective assesment).
pada objective assesment, yang perlu kita ingat adalah kita harus sedapat mungkin mendapatkan informasi tentang pasien, dengan pertanyaan yang jawabannya tidak hanya ya atau tidak saja, tapi kita harus bisa betanya dengan pertanyaan yang jawabanya merupakan penjelasan dari pasien. contoh pertanyaan yg hanya jawabanya ya atau tidak (close ended question): apakah kaki anda sakit disebelah sini? tentu saja jawabanya ya atau tidak. pertanyaaan yang baik: dimana anda merasakan sakit? bisakah anda ceritakan tentang sakit yang anda rasakan?. nah, begitulah cara mendapatkan informasi dari pasien. kenapa sih kita harus mencari informasi tentang pasien secara menyeluruh? ya, tentu saja, agar kita bisa mendapatkan diagnosa yang tepat, dan selanjutnya, kita sebagai orthotist prosthetis bisa memberikan alat bantu yang tepat sesuai dengan diagnosis yang kita dapatkan.
kembali ke subjective assessment. disini yang kita tanyakan misalnya:
nama lengkap pasien, nama ayah / nama suami, alamat, nomer telefon yang bisa dihubungi, umur, berat, tinggi, pekerjaan, hobi, aktivitas, asistent, kondisi keuangan, keluhan yang dihadapi, cerita bagaimana penyakit ini datang, apa yang diinginkan pasien, dll. semua info itu sangat berguna, dan ditanyakan untuk beberapa alasan, misalnya, tentang nomor telfon, kita butuh nomer telfon karena suatu saat kita perlu menghubungi pasien jika ada informasi yang perlu diketahui oleh pasien. pertanyaan tentang aktivitas pasien, ini akan memberikan gambaran kepada kita seberapa aktif pasien kita, misalnya dia kehilangan kaki karena amputasi, yang kemudian dia bakal butuh kaki palsu, maka kita bisa memilihkan komponen yang sesuai dengan aktifitasnya. yaitu yang ringan dan kuat.
untuk selanjutnya kita lakukan objective assessment, yang akan aku bahas dipost yang akan datang.

Terima kasih telah memberi komentar, untuk mendapat balasan komentar lebih cepat, silakan kirim email ke info@kuspito.com

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s